ReferensiA.id- Nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp18.000 per dolar AS pada Kamis, 4 Juni 2026 pagi ini.
Nilai tukar rupiah semakin melemah setelah hari sebelumnya berada pada posisi Rp17.966 per dolar AS.
Adapun dalam 24 jam terakhir, nilai tukar rupiah terpantau sempat menyentuh level terlemah di Rp18.013 per dolar AS.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini justru lebih baik dibandingkan tahun lalu, terutama dari sisi penerimaan pajak.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa berdasarkan arahan Presiden Prabowo, tetap fokus menjaga agar perekonomian nasional terus tumbuh dan semakin kuat.
Menkeu telah menjalankan tugasnya untuk menjaga fondasi ekonomi agar ekonomi RI berjalan terus dan tumbuh tinggi dengan cepat.
“Tapi kalau kita lihat, kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi saja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat,” kata Menkeu di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.
Pemerintah meyakini kokohnya fondasi ekonomi nasional bakal terjaga seiring mulai berjalannya kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Indonesia (DHE-SDI).
Kombinasi antara fundamental ekonomi yang terjaga dan peningkatan pasokan devisa di dalam negeri dinilai akan menjadi faktor penting dalam memperkuat stabilitas rupiah ke depan.
Menkeu menilai kebijakan tersebut juga akan memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional.
Dengan meningkatnya likuiditas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan DHE, sistem keuangan Indonesia dinilai akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Ia pun optimistis kebijakan DHE-SDI akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan dan investor.
Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi merupakan faktor utama yang pada akhirnya akan menentukan arah nilai tukar rupiah.
