Ia juga menilai momentum menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Politisi Nasdem di Komisi X DPR RI tersebut juga menekankan pentingnya pemerataan akses program kepemudaan hingga ke daerah-daerah, termasuk kawasan Indonesia Timur dan wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar dari sisi demografi maupun kreativitas generasi mudanya.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak muda di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Negara harus hadir memberikan akses, pendampingan, pelatihan, dan fasilitas yang memadai sehingga talenta-talenta muda dari daerah dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Nilam Sari juga mendorong agar setiap program kepemudaan memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat diukur, sehingga penggunaan anggaran negara benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan kepemudaan nasional.
“Pembangunan pemuda adalah investasi bangsa. Karena itu, program yang dirancang harus berkelanjutan, inklusif, dan mampu melahirkan generasi muda yang produktif, berkarakter, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan,” pungkas Nilam Sari.
Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora RI ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan dan penganggaran tahun 2027 guna memastikan program kepemudaan dan olahraga nasional berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia. ***
