Kepala Puskesmas Pomalaa, dr Alriani Hamzah, menyampaikan pentingnya sinergi lintas pihak dalam menanggulangi penyakit menular.
“Dengan meningkatnya jumlah penduduk akibat aktivitas industri, risiko penyebaran penyakit menular juga meningkat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran penyakit secara lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pomalaa, Rachmat Hidayat Gavoer, menekankan bahwa pencegahan HIV-AIDS adalah tanggung jawab bersama.
“Banyaknya tenaga kerja dari luar dapat meningkatkan risiko penyebaran HIV-AIDS. Kami mengapresiasi langkah PT Vale yang proaktif melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Jangan takut untuk berobat, karena HIV bisa dikendalikan dengan pengobatan rutin,” tegasnya.
Dari sisi perusahaan, Project Engineer PT Vale IGP Pomalaa, Achmad Siswandi Asdam, menegaskan bahwa program kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
“Penandatanganan MoU dengan Pemda Kolaka menjadi tonggak penting kolaborasi antara PT Vale, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap langkah operasional perusahaan memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
“Melalui edukasi kesehatan, bantuan alat medis, beasiswa dokter spesialis, dan sertifikasi tenaga kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat Kolaka memiliki akses kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Upaya ini akan terus bergulir ke seluruh Puskesmas di Pomalaa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PT Vale juga berkolaborasi dalam promosi kesehatan dan deteksi dini, mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah penyebaran penyakit sejak dini.
“Melalui deteksi dini, kita berharap masyarakat dapat terlindungi sejak awal. Upaya-upaya seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan di wilayah pemberdayaan perusahaan,” tegas Achmad.
