“Salah satu wujud nyatanya adalah Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) yang kini menaungi 58 petani. Kami hadir untuk membantu mereka mandiri dalam mengelola, memproduksi, hingga mendistribusikan beras organik berkualitas,” jelas Hasmir, Sabtu 25 April 2026.
Selain beras organik putih, merah, dan hitam, stan PT Vale juga diramaikan oleh produk ekonomi kreatif dari UMKM binaan.
Pengunjung dapat menemukan produk lokal seperti keripik ubi kayu, dodol, abon, hingga minuman herbal. Upaya ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam memperkuat roda ekonomi masyarakat di luar sektor pertambangan.
Kehadiran maskot “Kadoee” di depan stan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Maskot Anoa ini merepresentasikan jati diri Sulawesi Tenggara sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem hutan di tengah aktivitas industri.
Di dalam stan, masyarakat juga diberikan edukasi langsung melalui contoh bahan galian nikel untuk memberikan gambaran nyata mengenai proses hilirisasi yang sedang dikembangkan.
Partisipasi dalam perayaan tingkat provinsi ini merupakan yang pertama bagi PT Vale, menjadikannya momentum strategis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Sultra secara luas.
Perusahaan berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami rencana jangka panjang PT Vale dalam membangun industri nikel yang berkelanjutan di Kecamatan Pomalaa.
Kesan mendalam dirasakan oleh pengunjung, termasuk Ridwan, seorang mahasiswa yang pernah melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di site Pomalaa.
Ia memuji kerapian stan dan memberikan kesaksian mengenai disiplin tinggi PT Vale terhadap keselamatan kerja.
“Stannya sangat bagus, bintang lima. Pengalaman saya PKL tahun lalu, PT Vale sangat memperhatikan mahasiswa dan sangat tegas soal budaya safety first,” kenangnya.
