ReferensiA.id- Anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira, mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) “naik kelas”, dengan kapasitas manajemen yang baik, akses pembiayaan dan pasar yang luas.
IKM dianggap sebagai salah satu sektor yang mampu bertahan terhadap gempuran gejolak ekonomi, termasuk saat pandemi. Sehingga Nilam menganggap sektor ini perlu penguatan, sebagai salah satu penopang kuat ekonomi kerakyatan.
Anggota DPR RI Komisi X itu pun menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kegiatan resesnya di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kapasitas IKM di sana.
Melalui reses tersebut, Anggota Komisi X DPR RI bersama BRIN sekaligus menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat dengan tema Manajemen Bisnis untuk IKM.
“Dalam kegiatan ini, BRIN melakukan kegiatan yang saya anggap ini sangat baik untuk pelaku IKM di daerah. Karena kita tahu IKM ini sangat berpengaruh memperkuat ekonomi, terbukti saat covid,” kata Nilam Sari Lawira dalam sambutannya pada kegiatan itu, Rabu 22 April 2026.
Industri kecil menengah juga banyak menyerap tenaga kerja, sehingga pemerintah harus hadir dalam upaya meningkatkan kapasitas mereka secara manajemen.
“Kita tahu, IKM juga masih menghadapi banyak kendala. Termasuk bagaimana manajemen IKM belum terstruktur dengan baik, termasuk akses pasar, pembiayaan,” kata politisi Nasdem itu.
Bahkan soal mendasar seperti manajemen keuangan pun, masih banyak pelaku IKM yang belum mampu memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi, yang kerap menjadi penyebab gagalnya usaha.
Peran strategis BRIN pun diharap mampu memberikan pendampingan secara ilmu pengetahuan berdasarkan riset dan inovasi terhadap kendala yang dihadapi IKM.
