Adapun tema kegiatan safari Ramadan 1446 H/ 2025 M yakni “Sulteng Berjamaah, Sulteng Mengaji, Harmoni Dalam Keberagaman”, dengan tujuan meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan dalam menjalankan ibadah dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat di Sulteng.
“Tentunya hal ini menjadi bagian dari visi misi pemerintah daerah Provinsi Sulteng periode 2025-2030, bahwa kami berkomitmen untuk mewujudkan Sulteng sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan dengan mengedepankan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sulteng,” pungkasnya.
Dikatakan, melalui program unggulan “Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji”, pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur, akan tetapi juga pada pembangunan moral dan spritual masyarakat.
“Olehnya itu, Ramadan merupakan bulan kebersamaan, mari kita pererat silaturahmi dan bahu membahu untuk kemajuan daerah, karena Sulteng merupakan rumah bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam,” ujarnya.
Gubernur berpesan, perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah ini, bukan menjadikan sebagai pemicu perpecahan.
“Olehnya itu mari kita semua saling menjaga toleransi, saling menghormati, serta mengedepankan nilai-nilai persatuan”.
Dia mengajak masyarakat letakkan pondasi kebersamaan dan kerja sama dalam membangun Sulteng dengan menyeimbangkan pembangunan fisik, akhlak budi pekerti, dan iman spritual
Selain itu, saling menjaga dan menghormati nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan bulan suci ramadhan dengan memperkokoh silaturahmi dan kerukunan umat beragama demi terjaganya keamanan dan stabilitas, agar roda pemerintahan didalam membangun daerah dan pemberian pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
