Stenli Gilbert, Guru Generasi Hijau dari Sigi Diusul Sebagai Penerima Kalpataru 2026

Stenli Gilbert
Stenli Gilbert, pendiri Sekolah Alam Dongi-Dongi di Desa Tongoa Kecamatan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah. / Ist

Stenli dalam memimpin sekolah menjadikan alam sebagai ruang kelas. Hadir sebagai inovasi pendidikan berbasis lingkungan yang memanfaatkan kekayaan alam Sigi sebagai ruang, sumber, dan media pembelajaran.

Poses belajar mengajar tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi meluas hingga ke hutan, sungai, dan perkebunan sekitar.

“Kami ingin pendidikan menjadi lebih bermakna. Melalui experiential learning, peserta didik diajak belajar langsung dari alam, sehingga karakter peduli lingkungan dan kemandirian terbentuk sejak usia dini,” ungkap Stenli kepada media ini, Minggu 3 Mei 2026.

Lebih dari sekadar sekolah, Stenli Gilbert melalui lembaga ini juga menggerakkan berbagai kegiatan strategis untuk membentengi ekosistem lokal.

Kegiatan strategis itu di antaranya seminar dan edukasi lingkungan dengan melibatkan akademisi untuk memberikan pemahaman mendalam bagi warga sekolah dan masyarakat tentang isu perubahan iklim secara kontekstual.

Selain itu, aksi bersih lingkungan yakni mengedukasi peserta didik melalui pengalaman langsung memilah sampah di area publik, sungai, dan lingkungan sekitar guna menumbuhkan etika kebersihan.

Berikutnya adalah penanaman pohon. Ini adalah aksi nyata penghijauan sebagai kontribusi dalam menyerap emisi karbon sekaligus memberikan edukasi praktis mengenai peran vital pohon bagi keberlangsungan Bumi.

Tak sampai di situ. Stenli juga aktif melakukan kampanye digital dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan konservasi melalui konten kreatif. Stenli ingin memastikan bahwa gaung pelestarian lingkungan dari Dongi-Dongi menjangkau audiens yang lebih luas.***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version