Sejak awal menanamkan investasinya di IMIP, manajemen Tsingshan telah mewajibkan setiap TKA asal Cina mempelajari bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah dan menciptakan suasana kerja lebih inklusif.
Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia ini akan lebih disesuaikan dengan dengan mengacu program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Ke depan, kami akan memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia bagi TKA agar hasilnya lebih efektif,” kata Sainan.
Di samping itu, dia menegaskan, pembelajaran bahasa Mandarin bagi karyawan Indonesia bukanlah kewajiban, melainkan kesempatan strategis untuk mengembangkan diri, memperluas peluang karier, membangun jembatan komunikasi yang lebih manusiawi dan produktif. Melalui upaya pengembangan itu, Tsingshan Group berharap program bahasa di kawasan IMIP menjadi rujukan penerapan pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan, dapat memperkuat sinergi tenaga kerja, dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan profesional. ***
