Jika mendapatkan dukungan dari PKB, partai tempatnya bernaung, Reny Lamadjido sebenarnya bisa menggenapkan syarat pencalonan pasangan Anwar – Reny. Sebab PKB punya 5 kursi di DPRD Sulteng berdasarkan Pemilu lalu.
“Demokrat memiliki 8 kursi di DPRD provinsi, ini belum cukup. Sebagai ikhtiar, hari ini dengan penuh harapan kami datang ke sini sekaligus melamar PKS untuk menjadi koalisi Demokrat,” ujar Anwar Hafid.
Usai menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor DPW PKS Sulteng, Anwar dan Reny juga menyerahkan berkas pendaftaran di Kantor DPD PAN Sulteng.
Jika pasangan ini mampu meyakinkan PKS untuk berkoalisi dengan Demokrat, maka syarat untuk mendaftar ke KPU pun telah lebih dari minimal jumlah kursi yang dipersyaratkan.
“Kami sudah satu paket (Anwar – Reny), kami datang satu pasang mendaftar. Di 2020 kesalahan ada di saya, semoga tahun ini tidak ada lagi kesalahan seperti itu (gagal mendapatkan dukungan partai koalisi),” tegasnya.
“Berdasarkan survei internal, deklarasi yang kami lakukan cukup jauh itu cukup bagus hasilnya. Nanti partai yang akan tracking apakah Anwar – Reny ini elektabilitasnya bagus,” kata dia.
Salah satu alasan Anwar Hafid memilih Reny Lamadjido adalah karena telah lama membangun hubungan politik, yang dianggap lebih mudah menyatukan visi dan misi jika terpilih.
“Kebanyakan di daerah itu pecah kongsi karena chemistry yang tidak terbangun. Chemistry yang dibangun lama supaya kebersamaan ini tidak perlu lagi disesuaikan ketika Pilkada,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan ReferensiA.id, sejauh ini baru pasangan Anwar Hafid – Reny Lamadjido yang mendaftarkan diri secara berpasangan. RED
