Pemkab Sigi juga mengakui sebagian besar sungai yang ada di wilayah itu, mengalami penurunan kualitas daerah aliran sungai (DAS), serta alur sungai tidak tertata dengan baik, sehingga berpotensi memberikan dampak banjir bandang saat musim penghujan.
Sementara Bupati Sigi, Mohamad Irwan membeberkan, untuk menata alur sungai dan meningkatkan kualitas DAS membutuhkan biaya yang sangat besar.
Sementara Pemkab Sigi memiliki keterbatasan anggaran, sehingga membutuhkan dukungan dari Kementerian PUPR melalui BWSS serta Pemprov Sulteng.
“Kami tidak mempunyai kemampuan dana untuk menyelesaikan hal itu, karena menata alur sungai dan peningkatan kualitas DAS membutuhkan biaya ratusan miliar,“ ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkab Sigi. RED
