Album ini jadi salah satu upaya mereka menceritakam langsung kepada dunia, bahwa Poso sudah menjadi wilayah yang layak dikunjungi oleh siapapun tanpa membawa rasa khawatir.
Musisi lainnya, Eki Salua, penyanyi hip hop yang punya nama panggung Stonehead menyoroti ancaman kerusakan lingkungan serius dengan menceritakan pentingnya Capung(anisoptera) dalam sitem kehidupan di bumi. Anisoptera kemudian menjadi judul lagu yang ada di dalam album Satuara.
“Anisoptera adalah cara untuk mengukur apakah air kita masih bersih”kata Eki dari atas panggung.
Keresahan atas ancaman kerusakan lingkungan di Poso juga diapungkan Your Escape Tomorrow (YET).
Lewat lagu berjudul Cocide, Iksan sang vokalis mengingatkan pengrusakan alam secara sadar dan sengaja akan memusnahkan manusia itu sendiri.
Cocide adalah Ecocide, yakni upaya penghancuran lingkungan yang dilakukan di wilayah yang tingkat kemiskinannya tinggi sehingga menimbulkan masalah sosial dan ekonomi serta wabah penyakit.
Jika YET menyoroti pemghancuran ekologi, Borgol lewat nomornya, Tamak, melihat sudut lain penyebab kerusakan lingkungan dan terjadinya konflik yakni kolaborasi kapitalisme dan intelektual penghamba uang yang membodohi masyarakatnya sendiri.
Lirik lagu Tamak juga menyoroti kondisi politik kekinian yang sering kita tonton dan baca di media. Seperti dalam bait berikut ini;
Orang pintar semakin membodohi
Berhati suci sibuk menghakimi
Moncong senjata tega menjajah
Yang jelata dipaksa musnah
Bukan hanya menyorot masalah yang tampak di permukaan. Album Satuara, menelisik lebih dalam apa yang masih dialami banyak orang Poso. Salah satunya soal trauma.
Banyak orang berpikir ketika konflik sudah selesai yang sering hanya ditunjukkan dengan tidak adanya gangguan keamanan atau teror maka disimpulkan semua telah pulih.
