Kasus HIV/AIDS di Sulteng Terus Bertambah

revisi visualisasi
ReferensiA.id

Sehingga secara kumulatif sampai dengan Desember 2020, kasus AIDS di daerah ini mencapai 892 kasus. Kasus itu terdiri atas 574 laki-laki dan 318 perempuan. Adapun angka kematian di Sulteng akibat AIDS pada tahun 2020 sebanyak 5 kasus.

Sementara itu, kasus baru HIV di Sulteng pada 2018 ditemukan 292 kasus. Selanjutnya 2019 (350) dan 2020 (317). Data yang cukup mencengangkan bahwa pada tahun 2020, dari 34.038 ibu hamil yang diperiksa HIV/AIDS di Sulteng, ditemukan 21 di antaranya positif HIV.

Apa itu HIV/AIDS?

Dikutip dari laman kemkes.go.id, Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV.

Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya

HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI (Air Susu Ibu), semen dan cairan vagina. HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan.

Orang tidak dapat terinfeksi melalui kontak sehari-hari seperti mencium, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan, atau air. (WHO, 2019).

Cara menghindari penularan HIV

Untuk menghindari penularan HIV, dikenal konsep “ABCDE”. A (Abstinence) artinya absen seks atau tidak melakukan hubungan seks bagi yang belum menikah; B (Be Faithful) artinya bersikap saling setia kepada satu pasangan seks (tidak berganti-ganti pasangan).

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version