Makanan tiba di sekolah sekira pukul 13.00 Wita dan dibagikan kepada siswa usai salat. Sekitar satu jam kemudian, gejala keracunan mulai muncul.
“Sampai sekarang orang tua belum berani membawa pulang anak-anak karena khawatir gejalanya muncul lagi,” tambah Betsi.
Hingga sore hari, sebanyak 20 siswa masih menjalani perawatan intensif di RS BK Palu. Pihak sekolah dan orang tua siswa berharap pemerintah segera menelusuri penyebab keracunan untuk mencegah kejadian serupa terulang. ***
