“Seluruh kontraktor diharapkan dapat menyediakan mobil yang tertutup (bukan bak terbuka) untuk angkut karyawan pergi-pulang kerja ke dalam kawasan IMIP,” katanya.
Sementara itu manajemen PT IMIP bakal menempuh jalur hukum terkait aksi perusakan yang dilakukan pekerja kontraktor saat kericuhan terjadi.
Menurut manajemen perseroan, sejumlah karyawan kontraktor melakukan aksi anarkis di sejumlah pintu masuk kawasan. Bahkan aksi anarkis itu diperparah dengan beberapa fasilitas IMIP yang mengalami kerusakan.
Head of Media Relations Department PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan pihaknya sangat menyesalkan insiden tersebut. Tindakan anarkis karyawan kontraktor yang sudah teridentifikasi asal perusahaannya, kata dia, jelas merugikan banyak pihak termasuk para kontraktor-kontraktor itu sendiri.
Akibat aksi anarkis karyawan kontraktor ini, ada sejumlah petugas safety IMIP, security kawasan, polisi dan seorang karyawan PT DSI (Dexin Steel Indonesia) yang terluka akibat diserang dan dikeroyok karyawan kontraktor. Selain itu, sejumlah mobil patroli safety juga dibakar dan dirusak oleh mereka.
“Kami menyesalkan tindakan anarkis berupa penyerangan terhadap petugas, perusakan dan pembakaran beberapa mobil safety patrol oleh karyawan kontraktor. Yang jelas akan ada proses hukum terkait hal ini,” kata Dedy Kurniawan dalam keterangannya.
Dia menyebut sejumlah oknum karyawan kontraktor memanfaatkan situasi ricuh dengan melakukan tindakan pencurian aset perusahaan seperti AC, besi, kabel tembaga dan lain-lain. ***
