Pilkada Morowali berlalu. Jalan menuju kursi bupati tertutup bagi Ahmad Ali. Gerbang ke pentas nasional kini terbuka lebar. Ahmad Ali memutuskan melangkah dari ruang politik daerah menuju pentas nasional yang lebih luas. Mengambil komando kepemimpinan Nasdem Sulawesi Tengah sejak 2013 dan menjadi Caleg DPR RI.
Dan inilah catatan prestasi Ahmad Ali. Meski tak punya banyak waktu menghadapi Pemilu 2014, tapi partai yang kali pertama ikut Pemilu langsung menghentak di Sulawesi Tengah.
Nasdem meraup 171.289 suara di Sulawesi Tengah atau 12,02 persen. Bahkan menempati urutan keempat di provinsi ini setelah Golkar (19,27%), Gerindra (12,97%), dan Demokrat (12,21).
Secara personal, dari 171.289 perolehan suara Nasdem di Sulawesi Tengah, 109.021 di antaranya disumbangkan oleh Ahmad Ali.
Jumlah itu sekaligus menjadikan Ahmad Ali menempati urutan ketiga jumlah perolehan suara terbanyak di internal Nasdem. Satu kursi di DPR RI menjadi milik Ahmad Ali.
Dia benar-benar berangkat ke Senayan bersama caleg lainnya yang terpilih di Sulawesi Tengah yakni Supratman Andi Agtas (Gerindra), Rendy M Affandy Lamadjido (PDI Perjuangan), Muhidin Mohamad Said (Golkar), Verna Gladies Merry Inkiriwang (Demokrat), Sarifuddin Sudding (Hanura). Sebagai catatan, empat nama terakhir adalah petahana.
Sejak duduk di DPR RI, kariernya pun terus menanjak. Pada 2017, Ahmad M Ali diangkat menjadi Bendahara Umum DPP Nasdem menggantikan Frankie Turtan. Adapun jabatan Ketua DPW Nasdem Sulteng yang dipegangnya sejak 2013 diserahkan kepada Tahmidy Lasahido.
Walau tak dipimpin Ahmad Ali, Nasdem Sulawesi Tengah tetap menunjukkan hasil yang lebih baik di Pemilu 2019. Ketika suara beberapa partai di Sulawesi Tengah tergerus, Nasdem justru melonjak.
Suara Nasdem di Sulawesi Tengah yang masih 171.289 pada Pemilu 2014 melonjak menjadi 271.513 suara. Bertambah sekitar 100 ribu. Ahmad Ali menyumbang 152.270 suara dan bertahan di Senayan sampai 2024.
