Gubernur juga menyampaikan setelah Tombolotutu selanjutnya agar dapat diusulkan dan diperjuangkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh pejuang Sulawesi Tengah yang lainnya. “Banyak tokoh pejuang Sulawesi Tengah yang layak untuk mendapat penghargaan gelar pahlawan nasional,” ujarnya.
Adapun kisah perjuangan Tombotutu telah dikaji secara ilmiah oleh Lukman Nadjamuddin dkk dan dituangkan dalam buku “Bara Perlawanan di Teluk Tomini” yang terbit pada 2017. Buku hasil penelitian sejarah inilah yang kemudian menjadi sumber pedukung penganugerahan Tombolotutu sebagai pahlawan nasional.
Dr Lukman Nadjamudin yang hadir pada acara syukuran itu menyampaikan banyak bukti tertulis tentang perlawanan Tombolotutu yang berbahasa Belanda. Selain itu, juga ditemukan bukti sejarah perlawan Tombolotutu yang terdapat pada Arsip Nasional Republik Indonesia.
Sementara itu, mewakili ahli waris keluarga, Mulhanan Tombolotutu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan Tombolotutu menjadi pahlawan nasional. Dia menyebutkan peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Mulhanan juga menyebut peran mantan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang semasa menjabat Bupati Parigi Moutong sudah menginisiasi dan mengusulkan gelar pahlawan kepada Tombolotutu. Demikian juga kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura yang meneruskan perjuangan pengajuan gelar pahlawan nasional Tombolotutu.
Menurut Mulhanan Tombolotutu pemberian gelar pahlawan nasional ini bukan hanya kebanggan keluarga, tetapi juga kebanggan Sulawesi Tengah dan kebanggan negara.
“Ahli waris menyetujui segala bentuk monumen yang mengabadikan pahlawan nasional Tombolotutu, karena Tombolotutu sudah menjadi milik semua,” katanya.
Acara syukuran dihadiri sejumlah pejabat. Gubernur hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Dr. Hj. Vera Rompas, Bupati Parigi H. Samsurizal Tombolotutu, Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Ngai, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2021, Drs Longki Djanggola,M.Si.
