Hal ini didorong pengalaman gubernur yang merasakan manfaat ilmu dan keberkahan setelah mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat di Desa Wosu, Morowali.
“Saya hanya sekolah di madrasah (Alkahiraat) bisa jadi gubernur,” ujar gubernur yang semasa kecil menimba ilmu dan adab dari para guru Alkhairaat yang dididik langsung Guru Tua.
Dengan jasa-jasanya yang sangat besar untuk kemajuan pendidikan dan bangsa tercinta maka diharapnya pemerintah pusat tidak ragu untuk segera menetapkan Guru Tua sebagai pahlawan nasional.
“Saya mendukung sepenuhnya dan mendorong pemerintah pusat menetapkan Habib Idrus (Guru Tua) sebagai pahlawan nasional,” tegasnya yang spontan diamini peserta haul.
Sementara terkait kasus penghinaan terhadap Guru Tua maka Gubernur Anwar Hafid mengimbau umat Islam untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini ke aparat penegak hukum yang sudah gerak cepat memprosesnya.
“Mari kita bersatu padu untuk melanjutkan tongkat estafet yang sudah dirintis Guru Tua,” pungkasnya agar hubungan umat Islam dengan Guru Tua terus terjaga dengan melanjutkan cita-citanya.
Acara haul dihadiri ribuan orang termasuk menteri kabinet di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Hukum Dr. Supratman Andi Agtas, Anggota DPR dan DPD RI Dapil Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, Muhidin Mohamad Said, S.E., M.B.A, Abcandra Muhammad Akbar merangkap Wakil Ketua MPR RI.
Gubernur Kalimantan Utara turut hadir bersama sejumlah kepala daerah dari luar Sulteng serta tokoh-tokoh nasional termasuk pendakwah Gus Miftah, ketua Umum GP Ansor dan Ustad Fadlan Garamatan. ***
