“Kalau PT United Tractors butuh 10 orang dan belum ada yang memenuhi syarat, kita latih dulu di Balai Latihan Kerja, sampai siap. Setelah itu baru kita kirim. Kita tidak ingin hanya sekadar ‘berani kerja’, tapi harus juga ‘berkualitas’ dan punya daya tawar,” tambah Gubernur.
Selain itu, Pemprov juga telah menganggarkan beasiswa untuk 80.000 mahasiswa tahun ini, baik dari keluarga tidak mampu maupun mereka yang berprestasi dengan IPK di atas 3,7.
“Jangan lagi ada alasan tidak bisa kuliah karena biaya. Cukup bawa surat keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa, atau buktikan IP tinggi. Semua kita siapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 8 Palu, Drs Asrul Naguala, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah dan dunia industri.
Ia menjelaskan, SMKN 8 saat ini memiliki 4 jurusan, yaitu, geologi pertambangan, teknik alat berat, teknik kimia industri serta teknik reklamasi dan rehabilitasi hutan.
Dengan jumlah siswa yang terus meningkat hingga 800 orang tahun ajaran baru, sekolah menghadapi keterbatasan ruang belajar dan fasilitas praktik.
Namun, dengan bantuan dari PT United Tractors, seperti pembangunan 3 ruang belajar, hibah mobil praktik, hingga alat berat jenis PC-400, SMKN 8 mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami adalah satu-satunya sekolah binaan resmi United Tractors di Sulteng. Banyak yang ingin masuk, tapi harus melalui sistem,” ujar Kepsek Asrul.
Ia juga memohon perhatian Gubernur untuk akses jalan dari gerbang ke dalam sekolah yang belum diaspal dan rawan kecelakaan saat hujan. Proposal telah diajukan sejak dua tahun lalu namun belum terealisasi.
Perwakilan dari PT United Tractors Cabang Palu, Candra, menjelaskan kegiatan ini adalah bagian dari pilar pendidikan “UT Future” yang fokus membina SMK-SMK melalui program SOBAT.
