“Kami berharap keseimbangan antara kebutuhan lokal dan keuntungan petani bisa terjaga. Harga tetap stabil, masyarakat tenang,” ujarnya.
Ia juga meminta Pemkab Parigi Moutong untuk segera menginventarisasi dan mengusulkan nama-nama pedagang yang akan menjadi mitra Bulog dalam penyaluran beras SPHP. Langkah ini bertujuan memperbanyak distribusi beras medium di pasar dan menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Dari hasil pengecekan lapangan, ditemukan bahwa harga beras medium di dua pasar utama masih berada pada kisaran HET, yakni Rp12.500 per kilogram. Jenis beras lainnya juga tersedia dengan harga Rp16.000 per kilogram.
Temuan ini membantah laporan sebelumnya yang menyebutkan harga beras telah mencapai Rp18.000 per kilogram.
Untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan beras, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah Elis Nurhayati, memastikan cadangan beras pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Per 17 Juli 2025, terdapat stok sebanyak 10.653 ton yang tersebar di tiga gudang di wilayah Parigi Moutong.
Selain itu, Bulog mendapat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 13.056 ton sepanjang Juli hingga Desember 2025.
Beras SPHP dijual seharga Rp11.000 per kilogram dari gudang dan disalurkan dalam kemasan 5 kilogram melalui saluran resmi, seperti koperasi desa, pasar rakyat, outlet pangan pemerintah, serta Gerakan Pangan Murah (GPM).
Di sisi lain, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juni dan Juli 2025 juga berjalan dengan volume 4.483 ton kepada 224.148 penerima manfaat di wilayah Sulawesi Tengah. Data penerima bantuan merujuk pada data By Name By Address (BNBA) dari Kementerian Sosial.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga di tengah tekanan pasokan yang terjadi. ***
