“Saya sering beli langsung di sini, karena enak, murah juga harganya,” kata Muliana.
Sementara itu, Kelompok Kebun Anggur Duyu Bangkit merupakan kelompok petani kebun anggur yang mulai membudidayakan anggur sejak 3 tahun terakhir, tepatnya pasca bencana 2018 silam.
Hingga saat ini, kelompok tani anggur itu sudah beranggotakan 29 orang yang mengelola 12 titik lahan kebun anggur, atau sekira 1.000-an pohon anggur.
“Awalnya kita hanya sharing dengan petani anggur yang lain, tidak ada pengalaman juga. Dan Alhamdulillah hasilnya lumayan sekarang,” ujar Saifudin, Ketua Kelompok Kebun Anggur Duyu Bangkit.
“Satu lahan butuh modal awal Rp50 juta. Tapi dua kali panen bisa kembali modal,” kata pria yang akrab disapa Said itu. RED
