“Perubahan, perangan, masyarakat maupun peserta didik yang beragam. Dari yang tidak mengerti, jadi yang mengerti. Dari yang pasif, menjadi produktif. Dari yang sombong menjadi rendah hati. Artinya segala perilaku yang tak terpuji, berubah menjadi terpuji. Itulah misi besar yang diemban oleh Al-Khairat, misi perubahan,” jelas Habib Alwi.
Habib Alwi juga menjelaskan tentang metode dakwah Guru Tua yang menggunakan nama “Fastabikul Khairat”. Beliau mengatakan bahwa nama ini merupakan simbol dari misi Alkhairaat untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Serta lewat nama Al-Khairat, itu pula Guru Tua menjadikan rol, metode da’wa beliau. Dengan nama Fastabikul Khairat. Maksudnya, beliau ingin mengajak seluruh masyarakat, seluruh umat Islam, khususnya Abnaul Khairaat untuk Fastabikul Khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Itulah misi dakwah beliau,” terang Habib Alwi.
Haul ke-56 Guru Tua ini menjadi momen penting bagi Abnaul Khairaat untuk mengenang kembali perjuangan dan jasa Guru Tua dalam membangun dan mengembangkan Alkhairaat.
Diharapkan semangat Guru Tua dapat terus menginspirasi Abnaul Khairaat untuk melanjutkan misi Alkhairaat dalam membawa perubahan dan kebaikan bagi masyarakat. RED
