Selain itu, PT Vale juga memberikan sarana dan prasarana berupa alat penunjang pertanian berbasis teknologi dan menguatkan petani lewat pendampingan dan penguatan kelembagaan.
Agar komoditas pangan yang dihasilkan dari segi mutu dan gizi berkualitas, PT Vale juga melakukan pendampingan pada tahap sertifikasi pangan dan pemasaran produk.
Director of Mine Project Morowali Wafir menyampaikan PT Vale berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program sosial berbasis masyarakat, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan yang intens sehingga menjadikan masyarakat unggul dan mandiri.
“Harapan besar kami adalah lewat momen-momen seperti ini kita terus meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dalam menunjang ketahanan pangan di Indonesia terkhusus di wilayah operasi kami yaitu Morowali,” pungkasnya.
Fadlun, Petani Organik dari Desa Ululere, Bungku Timur mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan ini.
“Senang sekali ikut berpartisipasi dan hasil atau komoditas pertanian organik yang kita hadirkan di sini banyak yang mengapresiasi,” ungkap Fadlun.
Keikutsertaan membawa berkah, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB), Ashar Maaruf memberikan arahan dan menyatakan dukungan pihaknya untuk membantu proses izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada produk herbal olahan.
“Memiliki izin edar merupakan komitmen pelaku usaha untuk menjamin keamanan, mutu, gizi dan label pangan olahan yang diproduksi untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran. Apabila diperlukan, kami siap membantu untuk prosesnya,” ucap Ashar.
Sementara, kepala Dinas Pendidikan, Amir Aminudin berkenan mendukung pengembangan pasar ke sekolah-sekolah pada semua usia. Ia juga berharap kedepan agar di setiap event yang diselenggarakan, produk lokal dapat tampil dan terus diberdayakan.
