“Karena Pemilu yang tinggal 2 tahun sekian membutuhkan energi, membutuhkan pikiran tenaga yang lebih fokus, sehingga kemudian dilakukan pergantian pimpinan fraski. Sehingga kemudian nanti diharapkan setelah nantinya setelah pergantian ini kegiatan-kegiatan fraksi tidak terganggu oleh kegiatan-kegiata DPP,” jelasnya.
Sementara terkait mengapa pilihan partai jatuh pada Roberth Rouw sebagai pengganti Ahmad Ali sebagai ketua fraksi, Ahmad M Ali menyebut hal itu sudah menjadi pertimbangan internal partai.
Namun begitu, kata dia, secara keseluruhan keputusan tersebut tidak akan menyebakan perubahan kebijakan di internal Fraksi Nasdem.
Konsolidasi untuk Pemenangan 2024
Menurut Ahmad M Ali, selain posisi ketua fraksi, ada beberapa anggota Fraksi Nasdem yang punya posisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) juga dirotasi. Mereka semua difokuskan untuk mengurus partai.
“Salah satunya kaka Willy Aditya, yang hari ini sebagai wakil ketua baleg itu akan ditarik fokus mengurusi kepentingan internal partai. Sehingga, saya menyadari betul posisi partai ini berbeda dengan partai-partai lain,” katanya.
Partai Nasdem memiliki target cukup besar, sehingga butuh energi dan fokus. Sehingga, kata Ahmad M Ali, penugasan itu dibagi secara proposional.
“Namun demikian, sebagai Wakil Ketua Umum, saya masih punya tanggung jawab.”
Sebagai partai yang lahir dengan satu cita-cita dan selama ini berjalan on track sejak partai ini didirikan, kemudian berada di angka 7 persen, lalu pada Pemilu kedua 2019 berada di angka 10 persen, 4 besar secara nasional.
Sehingga Nasdem punya target ke depan yang jauh lebih besar. Bagi Ahmad M Ali, jika Nasdem masih berada di posisi 4 besar pada Pemilu berikutnya, bisa dibilang Nasdem merugi.
“Nah keinginan besar ke depan itulah kemudian semua energi partai difokuskan untuk kebesaran partai,” tandasnya.
