Seperti diketahui, untuk pemenuhan modal inti minimum Rp3 triliun dan berdasarkan keputusan RUPS tahun sebelumnya yang telah memutuskan pelaksanaan Kelompok Usaha Bank (KUB), pada 26 Januari 2024 PT Bank Sulteng dan PT Mega Corpora telah menandatangani kesepakatan bersama untuk pelaksanaan KUB.
“Diharapkan dengan pelaksanaan kelompok usaha bank ini dapat meningkatkan sinergi dalam hal pemenuhan permodalan dan likuiditas, peningkatan sumber daya manusia, pelaksanaan good governance corporate yang lebih baik dan peningkatan ekosistem perbankan,” tandasnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dewan komisaris, direksi serta pegawai yang telah bekerja keras selama 2023 sehingga bank sulteng dapat menghasilkan kinerja keuangan yang baik.
Hal ini terlihat dari pencapaian beberapa indikator keuangan Bank Sulteng. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pemprov Sulteng, total aset dari Rp11,9 triliun pada 2022 menjadi Rp12,0 triliun pada 2023 atau naik sebesar 0,99%.
Sementara dana pihak ketiga Rp8,1 triliun pada 2022 menjadi Rp7,2 triliun pada 2023 atau turun sebesar 11,31%.
Lalu kredit yang diberikan dari Rp6,2 triliun pada 2022 menjadi Rp7,0 triliun pada 2023 atau naik sebesar 12,75%. Adapun laba sebelum pajak Rp320,6 miliar pada 2022 menjadi Rp336,3 miliar pada 2023 atau naik sebesar 4,90%.
Sementara itu, pelantikan Dirut Bank Sulteng turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya jajaran pimpinan Bank Sulteng, Bank Mega dan para bupati/walikota se-Sulteng selaku pemegang saham. RED
