Sekolah kebangsaan merupakan salah satu kegiatan dari program Tular Nalar Mafindo selain Akademi Digital Lansia (ADL) yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
Berbeda dengan ADL yang fokus pada pemberdayaan lansia, Sekolah Kebangsaan secara khusus menyasar para pemilih pemula sebagai target sasaran.
Di Sekolah Kebangsaan, peserta dikenalkan terkait pesta demokrasi yang sehat dan anti hoax, didorong keterlibatannya sebagai pemilih pemula dalam pemilihan umum 2024, serta menjadi momentum untuk meningkatkan kecakapan literasi digital dengan menggunakan tools cek fakta dari Mafindo.
Mengawali kegiatan Sekolah Kebangsaan, digelar Talk show bertema “Gen Z Cerdas Memilih” yang menghadirkan Presidium Jejaring Indonesia Tengah Mafindo, Dr Jumrana S.Sos M.Sc dan Munirah SH selaku Anggota sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palu.
Dalam sesi tersebut, anggota Bawaslu Kota Palu Munirah SH, secara khusus mengimbau kepada peserta Sekolah Kebangsaan sebagai pemilih pemula agar cerdas dalam memilih. Dimulai dengan mengedepankan sikap cermat dalam menentukan pilihan politik serta perlunya melakukan pengecekkan terhadap pilihan tersebut.
Lebih lanjut, sebagai generasi Z diperlukan kemampuan literasi digital yang mumpuni. Kemampuan menyaring, memilah, dan memilih informasi yang baik, benar dan sesuai kebutuhan.
Terlebih dengan semakin bervariasinya informasi jelang Pemilu 2024 mendatang. “Satu yang penting, jangan sampai golput, karena satu suara itu menentukan masa depan kita,” tegasnya.
Seluruh peserta Sekolah Kebangsaan mengikui sesi materi yang dibawakan oleh sejumlah fasilitator Tular nalar.
Materi yang disajikan merupakan materi yang dibagi dalam tiga segmen, yakni segmen kartu partisipasi publik, segmen memilih pemimpin ideal kamu, dan segmen fakta atau dusta.
