Pengaruh Kasman Lassa di PAN
Jika Widya ingin maju di Pilkada Donggala 2024, maka tantangan yang harus ditaklukkan adalah Pemilu Legislatif 2024. Ingat, PAN bukanlah partai besar di Donggala. Pada Pemilihan Anggota DPRD Donggala 2019, partai ini hanya meraih suara 9.890. Hanya satu kursi di DPRD Donggala.
Karena itu, tugas pertama yang harus dilakukan adalah meraup suara sebanyak-banyaknya pada Pemilu 2024 agar bisa menguasai banyak kursi di DPRD Donggala. Pada Pilkada 2018, minimal partai atau gabungan partai menguasai 6 kursi di DPRD Donggala.
Apakah Kasman Lassa bisa menambah kursi PAN di DPRD Donggala yang sekarang hanya satu kursi? Menjawab ini, bisa kita melihat kembali prestasi politik Kasman Lassa, khususnya di Donggala. Dia mampu menduduki kursi bupati dua periode (2013-2018 dan 2018-2023). Itu fakta yang tak bisa dibantah.
Bahkan, pada Pilkada 2013, Kasman Lassa yang berpasangan dengan Vera Elena Laruni mencalonkan diri melalui jalur independen atau nonpartai. Ingat pula bahwa pada Pemilu 2019, Nasdem di bawah kepemimpinan Kasman Lassa di Donggala, bisa meraih lima kursi. Bahkan, sukses menduduki kursi pimpinan DPRD yakni wakil ketua. Pilkada sebelumnya, Nasdem hanya kebagian dua kursi.
Lihat pula Pilkada 2018, Kasman Lassa dan pasangannya Moh Yasin menang dengan perolehan suara yang meyakinkan. Saat itu, Kasman Lassa berpasangan Moh Yasin diusung Nasdem, Gerindra, PKS, PPP, dan PAN. Strategi politik Kasman Lassa menjawab segala keraguan.
Kasman Lassa memang sudah mundur dari Partai Nasdem melalui suratnya pada 3 Januari 2022 atau dua tahun menjelang Pemilu 2024. Kasman Lassa kini berada di PAN, partai yang tidak begitu banyak pemilihnya di Donggala. Namun, sebagai bupati yang memegang kekuasaan tentu saja bisa mengubah situasi politik di Donggala.
