“Saat ini air tersebut telah dikirim ke laboratorium external yakni PT Global Quality Analitical. Perusahaan tersebut
telah tersertifikasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN),” Kata Amran.
Dia menambahkan, sebelum melakukan aktivitas di lokasi tersebut tim Mine Engineer CPM sudah melakukan kajian dan menganalisis jika di lokasi tersebut adanya muka air tanah di elevasi 308 mdpl.
“Sehingga kami sudah mengantisipasi sebelumnya jika beraktivitas di area penambangan tersebut,” Jelasnya.
Amran Amier juga mengucapkan terima kasih terhadap kontrol masyarakat terkait adanya air tanah di salah satu titik operasional penambangan CPM.
“Terima kasih atas kontrol masyarakat terhadap CPM, namun informasi yang disebar ke media sosial cenderung bias dan kurang tepat,” ujar Amran.
Dia menegaskan, PT Citra Palu Minerals berkomitmen dan bertekad beroperasi secara aman dan bertanggung jawab, serta terus menerus berusaha menciptakan suatu lingkungan kerja yang aman dan kondusif.
Dalam operasionalnya, PT CPM disebut mengutamakan kaidah good mining practice, atau praktik penambangan yang baik.
Sementara itu, Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu juga telah meninjau dan melihat langsung kondisi di area pertambangan PT CPM.
Sekretaris DLH Kota Palu Ibnu Mundzir, membenarkan adanya sumber air permukaan yang muncul di lokasi pertambangan PT CPM.
Namun ia menyebut kondisnya tidak membahayakan. “Kalau kita belajar hidrologi, memang kalau saya lihat di atasnya (sumber air yang muncul), dia punya vegetasi agak rapat. Kemungkinan pas dia (pihak CPM) gali, merembes di atas itu. Dan waktu hujan 20 Juli itu agak tinggi hujannya di bagian atas, jadi memang ada kolam di situ,” ujarnya.
“Memang terdapat mata air di area penambangan, berbentuk kolam di area penambangan itu, dan juga ada limpasan air juga di lokasi itu di tanggal 20,” jelas Sekretaris DLH Kota Palu itu.
