“Kami memiliki sejumlah produk pengembangan dan pelindungan bahasa, seperti KBBI, EYD Edisi V, dan berbagai produk literasi lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin, mengungkapkan bahwa hingga kini baru 22 bahasa daerah di Sulteng yang masuk dalam peta bahasa nasional dari seluruh bahasa daerah yang ada di Sulteng.
“Padahal sebenarnya di Sulawesi Tengah ada sekitar 40-an bahasa daerah. Kami terus berupaya agar 18 bahasa lainnya bisa ikut masuk dalam peta nasional,” terangnya. ***
