“Itu hanya sekadar contoh saja, dan mungkin masih ada sejumlah program dan kegiatan yang perlu penyesuaian kembali. Kedua, harus jujur diakui, kita menghadapi situasi perekonomian yang menyulitkan dan penuh ketidakpastian. Namun, justru dalam situasi perekonomian yang sulit ini, pengeluaran pemerintah punya peran sangat penting sebagai stimulator ekonomi, disaat konsumsi rumah tangga yang cenderung melemah, investasi dan ekspor-impor kita yang belum optimal akibat gejolak global,” terangnya.
Di satu sisi, menurut Nilam, penting untuk tetap mendorong pengeluaran pemerintah secara optimal, namun di sisi lain dalam rangka efisiensi, sebagaimana semangat Inpres 1/2025, prinsip lain yang perlu menjadi pedoman yang tak kalah penting adalah program dan kegiatan yang berdampak langsung dan menjadi daya ungkit untuk menggerakkan perekonomian.
“Jadi program dan kegiatan yang kurang atau tidak berdampak langsung terhadap hal tersebut memang sudah selayaknya disesuaikan kembali,” tandasnya. ***
