OJK Sulteng Pastikan Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil

Ojk sulteng
Ist

Sementara perkembangan industri keuangan non-bank di Sulawesi Tengah di periode yang sama juga menunjukkan kinerja positif.

Kinerja perusahaan pembiayaan di Sulawesi Tengah tumbuh positif dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,92 triliun, meningkat 14,52 persen (yoy) dengan non-performing financing yang masih terjaga di angka 1,88 persen.

“Sektor dana pensiun juga menunjukkan pertumbuhan positif, tercermin dari total aset tumbuh 6,20 persen (yoy) menjadi Rp104,32 miliar dan total investasi meningkat 6,44 persen menjadi Rp101,91 miliar.”

Dari sisi pembiayaan peer-to-peer lending, outstanding pinjaman tercatat sebesar Rp487,39 miliar meningkat 67,41 persen (yoy) dengan jumlah rekening penerima aktif sebanyak 152.248 rekening dengan tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban yang tertera dalam perjanjian pendanaan di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo (TWP90) berada pada angka 1,57 persen.

Di sektor pasar modal, pertumbuhan investor di Sulawesi Tengah juga terus meningkat, tercatat per 30 November 2024 terdapat 147.630 rekening investasi dengan pertumbuhan (yoy) mencapai 52,45 persen.

“Share terbesar masih didominasi rekening reksadana sebanyak 114.253 rekening atau 77,39 persen dari keseluruhan rekening investasi di Sulawesi Tengah,” terang Bonny.

Untuk mewujudan komitmen peningkatan literasi keuangan, OJK pun kerap melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara rutin.

Sepanjang 2024, OJK Sulteng telah melaksanakan 104 kegiatan edukasi dengan peserta kurang lebih sebanyak 16.700 orang. Peserta itu terdiri dari berbagai kalangan mulai dari petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelajar hingga penyandang disabilitas. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version