Dia berharap, peristiwa bencana di masa lalu ditulis dan dibukukan agar bisa menjadi bahan bacaan masyarakat.
“Saya butuh ada orang yang mau menulis tentang ini (bencana alam) sehingga bisa dipelajari anak-anak kita. Dibaca di perpustakaan,” kata Rusdy Mastura.
Festival Literasi Sulawesi Tengah 2022
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarda) Provinsi Sulteng I Nyoman Sriadijaya juga menyerukan pentingnya penyelamatan arsip kebencanaan yang terjadi pada 4 tahun silam sebagai memori kolektif bangsa.
Karena itu, Dispusarda Sulteng menggelar Central Celebes Literacy Festival 2022 atau Festival Literasi Sulawesi Tengah 2022.
Kegiatan ini adalah upaya meningkatkan indeks literasi masyarakat Sulawesi Tengah.
Rangkaian kegiatan di antaranya berkaitan dengan upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang kebencanaan.
Misalnya, digelar Fun Bike Jelajah Informasi Likuefaksi sebagai salah satu rangkaian kegiatan tersebut.
Peserta fun bike menuju ke Kelurahan Petobo, Kota Palu (sekitar 180 hektare di Kelurahan Petobo porak poranda karena likuefaksi 4 tahun silam).
Dari Petobo, peserta fun bike bergerak dan berkumpul di tugu likuefaksi di Desa Mapanau, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaen Sigi.
“Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi mitigasi bencana dan literasi penyelamatan arsip kebencanaan, juga sosialisasi layanan restorasi arsip keluarga. Jadi, bagi masyarakat di kelurahan ini yang memiliki arsip terdampak bencana apakah ijazah, akta kelahiran, surat nikah dan lain sebagainya kondisi rusak, kami menyediakan layanan restorasi atau pemulihan atau perbaikan arsip tersebut,” ujarnya.
Selain itu, masih dalam kaitan penguatan literasi lewat arsip yakni digelar pameran arsip kebencanaan alam dan non alam, disamping arsip naskah kuno, foto tempo dulu serta pameran geologi dan geofisika serta pameran lukisan. Pameran berlangsung hingga 31 Desember 2022. RED
