Produk-produk binaan PT Vale seperti Kopi Matano, keripik pangkilang, dan sarabba jahe merah tampil berdampingan dengan ratusan UMKM Sulsel, menghadirkan narasi baru: bahwa sektor pertambangan dapat menjadi katalis ekonomi rakyat—bukan pesaingnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kontribusi tersebut.
“Kegiatan ini sudah luar biasa. Saya rasa sudah bagus-bagus produknya. Kita ingin event seperti ini terus berlanjut, dan perusahaan seperti PT Vale terus memberi dukungan,” ujarnya.
Seluruh aktivitas ini menjadi bagian dari strategi besar PT Vale untuk memperkuat ekonomi lokal melalui diversifikasi pendapatan, agar ketika tambang bertransisi, kehidupan ekonomi tetap berdenyut.
Program-program UMKM Vale kini telah berkontribusi signifikan terhadap PDRB Luwu Timur, dan bahkan menjadi model pengembangan komunitas di blok-blok pertumbuhan lain seperti Bahodopi dan Pomalaa.
Momentum partisipasi di Sulsel Expo memperluas ruang gerak UMKM binaan, menjembatani mereka ke “Mall UMKM Sulsel” yang akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi.
Di sini, produk binaan PT Vale akan hadir berdampingan dengan brand lokal unggulan, memperkuat narasi ekonomi hijau Sulsel.
Transformasi ini menjadi cerminan dari filosofi keberlanjutan Vale: bahwa nilai sejati sebuah tambang terletak bukan hanya pada mineral yang diambil, tetapi pada kehidupan yang tumbuh di sekitarnya. ***
