Pada kesempatan yang sama, PT Vale juga menegaskan kemajuan ESG perusahaan melalui pemaparan Sustainalytics ESG Risk Rating terbaru sebesar 23,7, skor terbaik sepanjang sejarah perusahaan, yang menempatkan PT Vale di jajaran teratas kategori global diversified metals & mining.
Capaian ini memperkuat kredibilitas PT Vale sebagai pemasok nikel yang bertanggung jawab dalam sektor yang semakin disorot atas dampak lingkungannya.
PT Vale menegaskan bahwa kepercayaan global hanya dapat diwujudkan melalui konsistensi, melalui pelaporan yang transparan, tata kelola yang kuat, disiplin operasional, serta investasi jangka panjang yang selaras dengan ekspektasi iklim global.
Dari Belém, Brasil, ribuan kilometer dari Sorowako, Bahodopi, Pomalaa, dan Morowali, lokasi-lokasi yang menjadi inti kepemimpinan nikel Indonesia, kehadiran PT Vale di COP30 membawa pesan tegas: mineral kritis Indonesia sedang membentuk masa depan dekarbonisasi global, dan Indonesia bertekad memimpin dengan ambisi sekaligus akuntabilitas.
Melalui kemitraan strategis, jalur pemrosesan berbasis energi bersih, serta komitmen kuat terhadap keunggulan ESG, PT Vale berkontribusi pada transformasi ekosistem nikel, di mana inovasi mendorong pencapaian iklim dan Indonesia menjadi kekuatan strategis yang bertanggung jawab dalam transisi energi bersih dunia.
Menutup diskusi, para panelis memberikan pesan optimistis dan visioner. Keberhasilan Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik tidak akan ditentukan hanya oleh cadangan sumber daya atau volume produksi, tetapi oleh nilai yang diinternalisasikan dalam pembangunan industrinya: keberlanjutan, transparansi, keunggulan teknologi, dan kolaborasi yang kuat.
Kemitraan PT Vale dan Huayou kini menjadi model bagaimana pelaku industri dapat bekerja bersama untuk menghadirkan dampak positif bagi iklim, memperkuat posisi Indonesia di panggung global pada saat pasokan mineral kritis yang bertanggung jawab menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. ***
