ReferensiA.id- PT Vale Indonesia mengawali 2026 dengan berbagai capaian posistif, salah satunya ditandai dengan produksi dan penjualan nikel ore yang mencapai sekitar 2,2 juta ton di wilayah Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Namun bukan cuma berfokus pada program dan langkah strategis untuk produksi, perseroan juga berfokus pada keterlibatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Angka penjualan nikel ore di Blok Morowali menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam mempertahankan ritme produksi meski menghadapi tantangan pasar dan standar keberlanjutan yang semakin ketat.
Direktur & Chief Project Officer PT Vale menyatakan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar statistik, melainkan hasil kerja kolektif seluruh karyawan dan dukungan dari mitra serta pemangku kepentingan di lapangan.
“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan,” ujar Direktur & Chief Project Officer PT Vale, Asril dalam keterangannya, Sabtu 14 Februari 2026.
Keterlibatan multipihak terhadap suksesnya industri PT Vale sangat penting bagi manajemen. Bukan hanya mereka yang berperan langsung di dalam Kawasan industri. Pemerintah hingga kelompok masyarakat pun menjadi bagian penting.
Salah satu program bagi kelompok masyarakat yang baru-baru ini diangkat oleh perusahaan adalah inisiatif Mining Tour yang mendorong keterbukaan informasi kepada pemerintah desa dan kecamatan di area pemberdayaan masyarakat di Morowali.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Februari 2026, dengan tujuan mengajak pejabat desa melihat langsung proses operasi pertambangan, praktik keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan.
