News  

Aliansi Petani Loeha Raya Bubarkan Kegiatan Safety Riding, Ratusan Siswa Ketakutan

Aliansi Petani Loeha Raya
Sejumlah orang bubarkan Sosialisasi Berkendara dengan Aman dan Pelatihan Pertolongan Pertama dalam rangka Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional yang diikuti ratusan pelajar di Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. / Ist

ReferensiA.id- Ratusan siswa yang sedang mengikuti Sosialisasi Berkendara dengan Aman dan Pelatihan Pertolongan Pertama dalam rangka Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional di Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dibuat kaget dan ketakutan oleh aksi sekelompok orang yang menamakan Aliansi Petani Loeha Raya (APL), yang membubarkan paksa kegiatan sosialisasi.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 12 Februari, saat ratusan pelajar, guru, aparat desa dan tenaga kesehatan puskesmas berkumpul. Kegiatan dibuka dengan diawali penyampaian maksud dan tujuan kegiatan dilaksanakan oleh Manager Health Safety Environment and Risk (HSER) Sorowako Growth PT Vale Indonesia (PT Vale), Murianti.

Dengan penuh semangat, Muri sapaan akrabnya, menyapa para siswa yang hadir. Bercerita tentang tujuan kegiatan dilakukan agar mereka mendapatkan pengetahuan safety riding sebagai bagian kampanye keselamatan yang dijalankan perusahaan selama ini.

“Kehadiran kami disini untuk mengedukasi anak-anak kita di Loeha Raya agar adik-adik bisa memahami pentingnya memperhatikan keselamatan dalam berkendara juga cara pertolongan pertama pada kecelakaan. Tahun lalu ada lebih dari 25 kecelakaan. Kita mau hal itu tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Namun sayang, belum kelar materi diberikan, dari arah depan pintu masuk bermunculan sekelompok orang yang menamakan dirinya kelompok Aliansi Petani Loeha Raya. Mereka datang dan berteriak untuk membubarkan kegiatan. Mikrofon yang sedang dipegang pemateri direbut. Padahal saat itu, para siswa sedang fokus menyimak materi kedua yaitu Pertolongan Pertama.

Materi ini sangat ditunggu, apalagi di awal sudah diberi info akan ada praktik langsung teknik resusitasi jantung paru (RJP), penanganan patah tulang, penanganan luka dan pendarahan juga teknik penanganan korban yang pingsan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version