Dalam mewujudkan Good Mining Practices tersebut, perseroan telah membuat peta jalan yang sudah dilakukan sejak lama.
Seperti, pada sektor lingkungan perseroan telah melakukan mengurangi beban air limpasan tambang dengan Lamella Gravity Settler (LGS), dimana teknologi ini pertama di Indonesia.
Kemudian, PT Vale secara aktif menjaga kualitas air danau yang berdekatan dengan areal tambang, serta melakukan reklamasi lahan bekas tambang secara progresif dengan target 70% lahan akan direklamasi di tahun 2025.
“Lebih dari 3.7 juta pohon telah ditanam diantaranya pohon endemik, dan kami juga memiliki program rehabilitasi diatas lahan seluas 2,5 hektar dalam bentuk fasilitas pembibitan dengan kapasitas produksi sampai 700,000 benih per tahun,”sebutnya.
Tidak sampai disitu saja, perseroan dalam membangun pabrik juga senantiasa mengedepankan hal tersebut, yakni keberadaan Pabrik Sorowako sebagai pabrik nikel RKEF dengan karbon intensitas terendah di Indonesia.
Lalu, PT Vale membangun dan mengoperasikan 3 PLTA dengan kapasitas 365 MW dan berkontribusi terhadap 36% total energi yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi. Operasi 3 PLTA ini mengurangi emisi CO2 lebih dari 1 juta ton CO2eq setiap tahun.
“Kami juga membatalkan proyek konversi batubara meskipun menjanjikan pemotongan biaya sebesar USD40 juta/tahun demi menghindari peningkatan emisi sebesar 200 ribu ton CO2eq per tahun. Kami juga telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 33% untuk scope 1 dan 2 pada 2030 dan net zero di 2050,”terangnya.
Penghargaan yang Telah Diraih PT Vale atas Komitmen Terhadap Good Mining Practice
1. Tahun 2021
PT Vale meraih penghargaan prestisius Aditama dari Kementerian ESDM untuk tiga kategori, yaitu Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara (kategori Aditama) untuk kelima kalinya, Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara (kategori Utama), Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara (kategori Utama).
2. Tahun 2020
Aditama (Gold/Peringkat Pertama) dalam Pengelolaan Lingkungan Pertambangan untuk Kategori Pemegang Kontrak Karya (KK) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Penghargaan Utama (Silver/Peringkat Kedua) Pengelolaan Teknis Pertambangan untuk Kategori Kelompok Pertambangan Komoditas Mineral
3. Tahun 2019
Penghargaan Subroto 2019 untuk Kategori Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara Kelompok Kontrak Karya dan Izin Usaha Pertambangan Khusus.
4. Tahun 2018
Main Trophy for Environment Management Aditama (Gold Medal) for Environment Management Aditama (Gold Medal) for Mine Safety Management. RED
