“Sudah ditetapkan Bupati Lumajang status tanggap darurat mulai 4 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Abdul Muhari mengatakan, Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang ditetapkan sebagai komandan tanggap darurat. Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II, dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris.
Saat ini, kata dia sudah berdiri posko utama tanggap darurat. Kementerian lembaga dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk penanganan bencana.
BNPB mendata rumah rusak yang sudah diverifikasi di posko sebanyak 2.970 unit. Namun, belum dapat dicintikan kriteria rusak berat, sedang dan ringan.
Adapun fasilitas pendidikan yang terdampak langsung sebanyak 38 unit dan satu unit jembatan runtuh yakni jembatan Besuk Koboan yang berada di ruas jalan nasional Turen-Lumajang.
Sementara itu, data terbaru BNPB, Senin 6 Desember 2021 pukul 17.30 WIB, sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat bencana itu. Rinciannya sebanyak 14 orang di Kecamatan Pronojiwo dan delapan di Kecamatan Candipuro. red
