Selama kegiatan, Lufia mengaku menerima pemaparan dari widyaiswara dan mempresentasikan karyanya. Lufia mengaku senang karena Gerak Pena bisa mewadahi inovasi yang dilakukannya.
“Ini event yang sangat luar biasa dan kami tunggu. Karena di Gerak Pena ini akan lahir karya ilmiah baru dan akan didiseminasikan oleh guru seluruh Indonesia, sehingga bisa dimanfaatkan oleh guru lainnya se-Indonesia,” ujarnya.
Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA, Enang Ahmadi, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada seluruh guru sains se-Indonesia.
Gerak Pena diselenggarakan untuk menjaring inovasi dari para guru sains yang dapat dijadikan model pembelajaran sains di sekolah.
“Bapak dan Ibu yang ikut Gerak Pena ini nantinya tidak hanya mengimplementasikan inovasinya di sekolah saja, tapi bisa mengembangkan inovasinya kepada masyarakat,” tuturnya saat memberikan sambutan penutupan kegiatan Gerak Pena, Jumat 26 November 2021 di Bandung, Jawa Barat.
Enang menyampaikan, P4TK terus mengembangkan berbagai pendidikan dan latihan (diklat) untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
Hal tersebut juga diamanatkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, pada peringatan HGN 2021. “Tidak boleh ada guru yang tidak mendapatkan akses ke diklat,” ujar Enang mengulang ucapan Mendikbudristek. red
