News  

Sebanyak 25 Jurnalis di Kota Palu Dilatih Hadapi Informasi Salah Jelang Pemilu 2024

Jurnalis
Puluhan jurnalis di Kota Palu mengikuti pelatihan misinformasi dan disinformasi yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen bersama Google News Initiative. / ReferensiA.id

Pembicara lain, Syifaul Arifin, menyoroti salah satu faktor penyebab polarisasi di Indonesia sejak 2014 adalah meningkatnya penggunaan media sosial sebagai media kampanye, termasuk penyebaran pesan politik polarisasi, yang seringkali diikuti dengan aksi offline.

Dengan adanya tantangan tersebut, Arifin mengajukan pertanyaan tentang bagaimana jurnalis dapat memperoleh kembali kepercayaan publik dan melaporkan polarisasi dan konflik politik tanpa memperkuat atau mempertajamnya.

Ia menegaskan, jurnalis harus kembali pada tugas utamanya melayani kepentingan publik ketimbang kandidat atau partai politik tertentu. Ini termasuk melindungi hak-hak kelompok minoritas.

Lebih lanjut Arifin menekankan pentingnya memperkuat berita lokal, mempraktikkan jurnalisme berbasis solusi, mempromosikan jurnalisme perdamaian, dan mendorong dialog.

“Peran media dalam menciptakan ruang dialog antar individu yang berbeda pandangan semakin dilihat sebagai cara lain untuk mengatasi polarisasi politik di masyarakat,” pungkasnya.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu, 1 Juni dan berakhir pada Minggu, 2 Juni 2023.

Pelatihan yang diikuti oleh 25 jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan online ini diadakan di Hotel Jazz, Jalan Zebra, Kota Palu, Sulawesi Tengah. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version