“Kami berharap masyarakat ikut terlibat dalam ekosistem industri ini. Karena ini proyek strategis nasional, saya titip ke pak Gubernur, agar Forkopimda untuk bantu keamanan dan keselamatan dalam proyek ini. Karena banyak yang tidak suka Indonesia melakukan hilirisasi (tambang),” tegasnya Airlangga.
“Tanpa kebijakan hilirisasi, mungkin pabriknya di tempat lain dan tambangnya di tempat lain, tidak efisien apalagi bicara soal lingkungan.”
Presiden Komisaris PT Vale Deshnee Naidoo juga menyampaikan pernyataan serupa. Ia berharap proyek itu berjalan lancar.
“Inilah masa depan yang sangat cerah. Saya sangat senang terlibat di proyek ini,” kata Deshnee.
Sebagai join proyek PT Vale, Shandong Xinhai Technology Co. Ltd (Xinhai) juga telah siap untuk menerapkan teknologi terbaik pada proyek itu, agar prinsip pertambangan rendah dampak lingkungan di Morowali bisa terealisasi.
“Ini adalah proyek rendah karbon pertama di Indonesia, bahkan mungkin dunia. Inovasi hijau juga merupakan tujuan Xinhai,” jelas Chairman Xinhai Wan Wenglong.
Untuk diketahu, proyek PT Vale di Blok Bahodopi Morowali tersebut diperkirakan bakal selesai pada 2,5 tahun mendatang. RED
