Sementara untuk mengantisipasi pemilik kendaraan yang sengaja mengisi BBM bersubsidi berulang kali maupun menggunakan tangki modifikasi, pihak pengelola SPBU melakukan pengawasan ketat. Yaitu dengan menginput nomor polisi kendaraan ke dalam sistem pertamina dan penggunaan barcode.
Jika kendaraan telah melewati kuota harian, maka, kata pengelola, tidak dapat mengisi lagi BBM bersubsidi.
Upaya lainnya ialah dengan memotret tiap kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi untuk pengawasan.
Syarief mengapresiasi atas langkah-langkah antisipatif yang dilakukan SPBU untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan sesuai ketentuan.
Ia juga meminta supaya dipasang kembali imbauan-imbauan terkait ketentuan pemanfaatan BBM bersubsidi serta petunjuk jalur-jalur pengisian bahan bakar di SPBU, supaya antrean kendaraan terkelola dengan rapi.
“Tolong imbauan-imbauan itu dipasang kembali agar konsumen semakin paham peruntukan BBM bersubsidi,” katanya. RED
