Oleh karena faktor-faktor tersebut, maka persentase kemiskinan di Sulawesi Tengah pada Maret 2022 mencapai 12,33 persen atau tertinggi kedua di Pulau Sulawesi setelah Provinsi Gorontalo (15,42%).
“Ada tiga provinsi mengalami kenaikan persentase kemiskinan yaitu Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Tiga provinsi lainnya mengalami penurunan kemiskinan,” ungkap Jefrie.
Jefrie menjelaskan, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sulteng pada Maret 2022 tidak hanya terjadi di kota, tapi juga di desa.
“Tren kenaikan kemiskinan lebih tinggi di kota daripada di desa. (Perbandingan September 2021 dan Maret 2022) di kota naik 0,21 persen, di desa naik 0,16 persen,” katanya.
Bukan hanya jumlah penduduk miskina yang bertambah, namun juga indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan.
Pada Maret 2022, indeks kedalaman kemiskinan naik seiring dengan kenaikan persentase kemiskinan. Dari 2,24 poin pada September 2021 naik menjadi 2,41 poin pada Maret 2022.
Artinya, semakin miskinnya penduduk miskin akibat semakin jauhnya pengeluaran per kapita mereka dari garis kemiskinan.
Begitu juga indeks keparahan kemiskinan naik dari 0,62 menjadi 0,68. Itu artinya, semakin miskinnya penduduk paling miskin di provinsi ini. RED
