Begitu juga dengan Kepala Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, sebelumnya telah memberikan rekomendasi untuk mendapatkan izin keramaian dari kepolisian setempat.
Karena tidak mendapatkan izin dari pemerintah kecamatan Tanambulava dan Kecamatan Dolo, panitia Ahmad Ali Cup 2024 akhirnya membatalkan kompetisi di wilayah Kabupaten Sigi.
“Kami memohon maaf kepada adik-adik (peserta) yang sudah melakukan persiapan, pemerhati dan pegiat karena kami tidak bisa meneruskan,” ujar Ketua Penyelenggara Abdul Rahman.
Berdasarkan surat pemberitahuan dari pemerintah Kecamatan Tanambulava kepada pihak pelaksana turnamen, antara lain alasan tidak dikeluarkannya izin atau rekomendasi karena gelaran turnamen bertepatan dengan tahun politik.
Sementara pemerintah kecamatan Dolo tidak menjelaskan alasan tidak memberikan rekomendasi dan izin kepada panitia pelaksana.
Terkait tidak didapatkannya izin untuk gelaran turnamen Ahmad Ali Cup, pengamat sepak bola Sulawesi Tengah Kasmudin Kasim menyayangkan pihak-pihak yang tidak memberikan dukungan terhadap turnamen sepak bola yang bakal banyak melibatkan pesepak bola muda dari Sulawesi Tengah tersebut.
“Pemerintah harus memberikan dukungan terhadap turnamen seperti ini, karena banyak anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat sepak bola mereka. Ini ada orang “gila” sepak bola yang mau bikin turnamen besar, perlu dapat dukungan,” ungkap mantan Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah itu.
Panitia Ahmad Ali Cup Buka Opsi Zona Kabupaten Sigi Digelar di Daerah Lain
Turnamen Ahmad Ali Cup 2024 digelar secara berjenjang, dari tingkat kecamatan, kabupetan hingga putaran final di tingkat provinsi.
Panitia menyiapkan total bonus senilai Rp1,5 miliar untuk turnamen sepak bola rakyat itu. Turnamen dimulai dari putaran zona tingkat kecamatan.
