Ismail Junus menyarankan agar CSR tersebut diberikan kepada hal-hal yang sangat membutuhkan seperti beasiswa pendidikan ke perguruan tinggi, biaya kesehatan masyarakat, pembiayaan pada iven-iven yang ada di daerah seperti FDP, dan lain sebagainya.
Dia juga menyampaikan agar dalam melakukan rekrutan tenaga kerja harus melibatkan dinas-dinas terkait agar tenaga kerja yang dihasilkan betul-betul siap kerja dan berkompeten dan tentunya memprioritaskan anak-anak daerah.
Ismail Junus juga menyarankan kepada PT Poso Energy agar terus meningkatkan kapasitas kelistrikan sehingga penyaluran listrik ke daerah-daerah bertambah.
“Kalau perlu sampai ke daerah-daerah di luar sulteng, karena semakin banyak penyaluran daya listrik yang tersalurkan maka penarikan pajak air permukaan semakin meningkat dan pendapatan asli daerah (PAD) juga akan bertambah,” ujarnya.
Penjelasan PT Poso Energy Soal CSR dan Tenaga Kerja
Menanggapi pertanyaan dan usulan, Kepala Proyek PT Poso Energy Ir H Tajuddin Nur, menyampaikan bahwa selama ini dalam melakukan rekrutan tenaga kerja, selalu memprioritaskan tenaga kerja lokal atau anak-anak daerah.
Saat ini jumlah karyawan yang bekerja di PT Poso Energy dibagi dua bagian. Yang pertama pada bidang konstruksi karyawan non lokal sebanyak 154 orang.
Sedangkan karyawan lokal sebanyak 520 orang. Kemudian subkontraktor lokal sebanyak 200 orang, dan sekuriti anak daerah 100 orang. Sehingga jumlah karyawan anak daerah yang bekerja pada bidang konstruksi sebanyak 820 orang.
Kedua, pada bidang operasi dan pemeliharaan. Dia menguraikan, karyawan non lokal sebanyak 45 orang, karyawan lokal (283 orang), tenaga outsourcing lokal (62 orang). Jadi jumlah karyawan lokal yang bekerja pada bidang operasi dan pemeliharaan sebanyak 345 orang.
