Di kesempatan itu juga, ikut diserahkan secara simbolis beasiswa kuliah Berani Cerdas dari Gubernur ke penerima.
Gubernur lalu mengafirmasi bahwa telah terverifikasi sebanyak 2.000-an pendaftar Berani Cerdas yang segera menerima transfer dana beasiswa ini di rekeningnya.
“Saya yakin dalam 10 tahun, 1 sarjana (dalam) 1 rumah pasti terwujud,” lanjutnya dengan optimistis sebagai langkah meningkatkan kualitas SDM unggul dan berdaya saing.
Terkait itu, dia harapkan bupati dan wali kota dapat menyelaraskan Berani Cerdas di kabupaten/kota dengan memastikan pendidikan gratis mulai jenjang PAUD, SD dan SMP.
Termasuk, jika masih ada program beasiswa kuliah yang dibiayai kabupaten/kota maka Gubernur menyarankan supaya dialihkan ke bidang lain sebab Pemprov sudah mem-back-up-nya lewat program Berani Cerdas.
Sementara itu, di bidang kesehatan, pemerintah provinsi juga menanggung biaya pengobatan bagi warga tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan ataupun yang menunggak iuran BPJS Kesehatan lewat program Berani Sehat.
Gubernur mengilustrasikan sejak Berani Sehat diluncurkan telah terjadi lonjakan pembayaran dari kas Pemerintah Provinsi ke BPJS Kesehatan, dari hanya 1.300-an orang per bulan menjadi hingga 19.000-an.
“Ini membuktikan banyak rakyat tidak mau berobat karena tidak punya jaminan atau mereka menunggak,” simpulnya atas kenaikan itu.
Cakupan program, tambahnya lagi, juga diperluas hingga dapat menanggung biaya pengobatan terhadap penyakit-penyakit yang tidak tercover BPJS Kesehatan, seperti tumor dan kanker, serta penanganan korban pembusuran dan kecelakaan tunggal.
“Sekarang BeranibSehat yang bayar jadi kalau ada program pak bupati seperti BeranibSehat saya harap dapat dialihkan ke yang lain,” imbuhnya supaya bupati/wali kota dapat mengalihkan anggaran kesehatan ke bidang lain karena Pemerintah Provinsi sudah menjamin biaya kesehatan warga mereka yang belum ter-cover lewat Berani Sehat.
