ReferensiA.id- Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, mengajak semua pihak untuk sama-sama mengentaskan kemiskinan di daerah ini.
Gubernur Sulteng menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak akan pernah mampu menyelesaikan pekerjaan rumah terbesar ini sendiri tanpa dukungan pemerintah kabupaten/kota.
Karena itu, formula ‘4K’ yang terdiri dari Kebersamaan, Keterbukaan, Keterpaduan dan Kemesraan, sangat ditekankan sebagai pondasi kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Kalau kita semua sudah mesra, mesra DPRD dengan pemerintah, mesra pemerintah dengan Forkopimda, mesra provinsi dengan kabupaten/kota, baru bisa selesai (kemiskinan) dan ini harapan saya,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Hal iti disampaikan dalam sambutan Gubernur Sulteng pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Provinsi Sulteng 2025 – 2029, di Gedung Wanita Bidarawasia, Senin 30 Juni 2025. Kegiatan itu dihadiri bupati dan wali kota, Forkopimda dan stakeholder terkait.
Lebih lanjut lagi, Gubernur mengisyaratkan tiga fokus utama yang jadi prioritas intervensi bersama hingga 2029, yakni pendidikan, kesehatan dan pendapatan.
Di bidang pendidikan, bertepatan dengan Musrenbang, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota telah mendeklarasikan program wajib belajar 13 tahun plus kuliah sebagai aktualisasinya.
Lewat deklarasi, kini tak ada lagi anak-anak Sulteng yang harus berhenti sekolah karena alasan biaya.
Apalagi dengan program Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi telah mengambil alih seluruh pembiayaan pendidikan di jenjang SMA/SMK dan SLB sehingga tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah negeri yang membebani orangtua.
Tak hanya itu, Pemprov juga memberikan beasiswa kuliah bagi mahasiswa penerima dari jalur afirmasi atau keluarga kurang mampu dengan bukti surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan, dan dari jalur prestasi dengan bukti IPK mulai 3.00.
