Anggota DPR RI Apresiasi Gudang Penyimpanan Vaksin Covid-19 Sulteng

gudang penyimpanan vaksin
Ilustrasi. / setkab.go.id

“Untuk tenaga kesehatan (nakes) di sini sudah mendapatkan vaksinasi Moderna, bahkan vaksin Pfizer juga sudah bisa diberikan ke masyarakat umum. Sementara yang terbanyak di provinsi Sulteng adalah vaksin Sinovac. Sesuai arahan Kementerian Kesehatan kepada pemerintah daerah agar mereka tidak terlalu lama menyimpan vaksin, namun sesegera mungkin menghabiskan vaksin sebelum melewati batas masa kadaluarsanya,” pungkas Netty.

Di lain pihak, Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng I Komang Adi Sujendra menerangkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulteng sudah berproses sejak Januari 2021 hingga saat ini, dengan jumlah sasaran 2.135.907 yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes. Capaian vaksinasi per 5 oktober 2021 untuk semua tahapan sebesar 628.932 (29,4 persen).

“Empat daerah yang berhasil mencatatkan persentase capaian vaksinasinya di atas 30 persen yaitu, Kabupaten Morowali, Kota Palu, Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Buol,” jelasnya.

Adapun daerah yang terendah capaian persentase vaksinasinya adalah Kabupaten Donggala. Sebagaimana data Humas Satgas Covid-19 Sulteng per 24 September 2021, vaksinasi dosis I baru mencapai 13,1 persen dan dosis II sebesar 5,58 persen.

Urutan ke dua terendah Kabupaten Sigi dengan capaian 14,5 persen untuk dosis I dan 6,68 persen untuk dosis II, disusul Kabupaten Tojo Una-una dengan capaian 15,0 persen untuk dosis I dan 8,38 persen untuk dosis II.

“Beberapa kendala yang mempengaruhi target vaksinasi antara lain, terdapat sasaran yang belum memiliki NIK, sehingga datanya tidak dapat diinput dalam aplikasi P-Care. Ketiadaan signal di kabupaten, sehingga pelaporannya dilakukan manual. Adanya gangguan pada aplikasi P-Care saat proses penginputan data dan masih ada masyarakat yang menolak vaksinasi Covid-19,” tutupnya. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version