ReferensiA.id- Isu pengunduran diri Hadianto Rasyid dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ditanggapi oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulteng, Muh Ismail Junus.
Ia membantah bahwa posisi Hadianto sebagai Ketua DPD Hanura telah tergantikan. Menurut Ismail, sampai saat ini hadianto masih berstatus sebagai Ketua Hanura Sulteng, meski ia membenarkan pria yang menjabat Wali Kota Palu itu telah mengajukan pengunduran diri.
“Intinya dia sudah mengajukan surat pengunduran diri,” ungkap Ismail Junus kepada ReferensiA.id, Sabtu 13 Juni 2026.
Hal itu disampaikan usai ia bersama ketua dan sekretaris tingkat kabupaten/kota (DPC) dan DPD diundang oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura.
“Kami kan semua kemarin diundang ke DPP ya oleh Pak Sekjen, Pak Dewan Penasehat dan Ketua OKK (Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi), ketua DPC dan Sekretaris serta Sekretaris DPD dan Ketua OKK DPD,” jelasnya.
Namun dalam pertemuan tersebut, tidak ada keputusan terkait mundurnya Hadianto Rasyid dari Hanura. “Hanya untuk melakukan konfirmasi saja,” kata Ismail.
Menurut dia, sampai saat ini seluruh kader Hanura masih berharap partai dipimpin oleh Hadianto Rasyid.
Bagi Hanura, sosok Hadianto adalah kader terbaik yang militan. Sehingga wajar jika seluruh kader masih menginginkan dirinya memimpin partai di Sulawesi Tengah.
“(Hadianto sudah bersama Hanura) dari PAC, DPC sampai ketua DPD, dari DPRD kota, provinsi sampai Wali Kota malah mau jadi calon gubernur, ini kan kader terbaik dan paling militan di Hanura,” ujarnya.
Militansinya membuat seluruh kader menjadi dekat dan bergantung dengan sosok Hadianto Rasyid.
Selain itu, Ismail juga membantah isu penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Sulteng yang beredar atas mundurnya Hadianto. “Belum ada. Tidak ada Plt-Plt yang dikabarkan itu, belum ada,” jelas Ismail.
