ReferensiA.id- Upaya meningkatkan kapasitas petani sawit di Indonesia terus dilakukan, termasuk bagi petani sawit di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Melalui pelatihan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Mutu Institute, para petani diharap bisa lebih terampil.
Program ini menjadi bukti nyata kepedulian BPDP terhadap peningkatan kapasitas petani sawit Indonesia, khususnya dalam memperkuat keterampilan pekebun agar mampu menghasilkan buah sawit yang unggul, bernilai,dan sesuai dengan prinsip pengelolaan perkebunan berkelanjutan.
Sebanyak 60 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Sekadau dilibatkan mengikuti Pelatihan Panen dan Pasca Panen Program Pengembangan SDM Perkebunan pada 3 – 7 Agustus 2026.
Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, menyampaikan pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pekebun di lapangan, terutama dalam memahami teknik panen yang tepat, penentuan tingkat kematangan buah, pengangkutan tandan buah segar, sortasi, penanganan pasca panen, serta upaya menjaga mutu hasil panen.
Ia juga menekankan, kebutuhan dunia terhadap kelapa sawit masih terus terbuka karena komoditas ini berperan penting dalam sektor pangan, energi, kosmetik, farmasi, dan berbagai industri turunan. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi pekebun Indonesia untuk meningkatkan kualitas panen dan pasca panen agar mampu menghasilkan buah sawit yang unggul dan berdaya saing.
Wahyu Riyadi juga memberikan pesan moral kepada para pekebun Sekadau agar terus menjaga semangat belajar dan memperbaiki cara kerja di kebun.
Menurutnya, keberhasilan pekebun tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam mengelola tanaman, ketelitian saat panen dan kesungguhan menjaga mutu buah hingga sampai ke pabrik.
