Inflasi Kota Palu dan Luwuk Tidak Melambung Tinggi Meski Harga BBM Naik

Inslflasi Kota Palu
Statistisi Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Henry S menyampaikan berita resmi statistik, Senin 3 Oktober 2022. / Ist

ReferensiA.id- Inflasi tidak melambung tinggi di Kota Palu dan Kota Luwuk, Sulawesi Tengah, meski harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mengalami kenaikan.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Sulteng, inflasi Kota Palu pada September 2022 mencapai 0,52 persen. Inflasi 0,52 persen tersebut, pendorong utama pada transportasi yakni 6,06 persen karena kenaikan harga BBM.

Kondisi sama juga terjadi di Luwuk yang mengalami inflasi 0,37 persen. Dari 11 kelompok pengeluaran, sektor transportasi inflasi sebesar 11,02 persen.

Statistisi Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Henry S memaparkan, pada bulan September 2022, sektor transportasi memang mengalami inflasi baik di Kota Palu (6,06) maupun di Kota Luwuk (11,02).

“Kita sama-sama tahu bahwa kenaikan BBM itu sangat mempengaruhi inflasi di setiap daerah di Indonesia,” kata Henry saat menyampaikan berita berita resmi statistik, Senin 3 Oktober 2022.

Henry merincikan lima komoditas yang menyebabkan inflasi di Kota Palu adalah kenaikan harga bensin dengan andil 0,73 persen, angkutan antar kota 0,08 persen, dan kendaraan carter 0,03 persen. Selain itu, telur ayam ras dan ikan cakalang masing-masing 0,06 persen.

“Tapi kita masih tertolong dengan adanya deflasi dari beberapa komoditas lainnya,” ujarnya.

Beberapa komoditas justru mengalami deflasi atau terjadi penurunan indeks harga konsumen.

Dia memaparkan, di Kota Palu deflasi terjadi pada ikan selar atau ikan tude -0,05 persen, bawang merah (-0,12 persen), ikan bioskop dan lajang masing-masing (-0,06 persen).

Selain itu, angkutan udara 0,05 persen, telepon seluler 0,03 persen, bawang putih dan kubis 0,03 persen, serta minyak goreng 0,02 persen.

“Cabe rawit, tomat, kangkung, ikan katamba, dan gula pasir mengalami deflasi. Hal inilah yang mengakibatkan sehingga inflasi kita tidak melambung tinggi,” ujar Henry.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version